Selasa, 16 November 2010

Mbah Roso Gelar Ritual Tolak Bala Merapi

Posted by Muhammad zakky Ridho On 22.43 No comments

Juru kunci Gunung Merapi, Mbah Maridjan telah wafat dalam musibah letusan yang terjadi Selasa 26 Oktober 2010. Hingga kini, Keraton Yogyakarta belum menunjuk pengganti sang kuncen.

Namun, kepergian Mbah Maridjan tidak menihilkan ritual untuk Merapi. Salah satu tokoh spiritual, Imam Suroso atau yang lebih dikenal dengan Mbah Roso menggelar ritual Pasang Pusaka Singir Bencana yang berlangsung dihalaman Balai Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY -- yang juga jadi lokasi pengungsian korban Merapi.

Pusaka Tolak Bala Singkir Bencana yang berupa 4 paku raja emas yang telah di rajah dan didoakan oleh Mbah Roso ditanam pada empat penjuru yaitu utara, selatan, timur dan barat.

Setelah itu, Mbah Roso yang saat ini duduk sebagai sebagai anggota komisi III DPR RI itu menyalakan dupa dan berdoa di lokasi pusaka ditanam, bersama warga di lokasi pengungsian.

“Dengan pemasangan pusaka tolak bala singkir bencana ini diharapkan Allah mengabulkan supaya bumi yang marah ini khususnya Gunung Merapi akan ditenangkan. Karena hanya Allah yang hanya dapat menghentikannya,”ujarnya, Rabu 17 November 2010.

Harapan lain dengan pusaka leluhur tadi masyarakat yang saat ini mengungsi segera kembali ke kampung halamannya dan dapat kembali bekerja seperti hari-hari sebelum Merapi meletus.

“Ritual pasang pusaka tolak bala singkir bencana ini juga pernah saya lakukan saat bencana gempa dan tsunami di Aceh, saat gempa bumi di Yogyakarta dan juga saat bencana lain melanda di Indonesia. Dengan ritual itu, Alhamdulilah, semua bencana berangsur-angsur reda dan membaik,” kata dia, yakin.

Mbah Roso juga mengajak para anggota DPR, DPRD tingkat I maupun II agara turut membantu meringankan beban masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah yang saat ini tengah menderita akibat erupsi Merapi.

Caranya, "dengan membantu memberikan sedikit hartanya bagi para korban bencana merapi,”paparnya

Dalam momen perayaan Hari Raya Idul Adha, politisi PDIP asal Pati Jawa Tengah juga menyumbangkan hewan kurban berupa sapi dan kambing serta berbagai kebutuhan logistik untuk para pengungsi Merapi.

“Bantuan itu hanya sedikit nilainya, namun saya berharap jangan dinilai dengan rupiah tetapi semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban bara pengungsi merapi,”pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar